Membagi Modal Usaha

Assalamualaikum Wr Wb

Selamat Pagi Pak Gozali,
Saya mohon pendapat dari Bapak mengenai pembagian keuntungan usaha, yang mengacu pada masalah saya di bawah ini:
Calon mertua saya mendapatkan tawaran untuk berjualan stan makanan di salah satu departement store di kota kami tinggal, beliau menginginkan saya untuk menyediakan modalnya. Jadi, beliau yang akan mengolah stan itu dengan dibantu dua karyawan.
Bagaimana cara pembagian hasil usaha yang saling menguntungkan bagi saya sebagai penyedia modal dan calon mertua saya sebagai pengelola stand tersebut.

Terima kasih,

Efi

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Normalnya sih, pemberi modal yang tidak melakukan apa pun akan mendapatkan bagian yang lebih kecil daripada yang bekerja. Mengapa? Karena pemberi modal kan tidak keluar keringat, tidak bersusah payah untuk memantau, melayani pembeli, dan banting tulang membesarkan usaha. Jadi, wajar dong kalau yang bekerja setidaknya mendapatkan bagian yang lebih besar, karena dia tidak digaji.

Ingat ya, kalau pengelola usaha tidak digaji, maka biasanya pengelola usaha yang mendapatkan bagi hasil yang lebih besar.

Untuk besaran pastinya sih, tidak pernah ada rumusan baku, ya. Ada yang 55:45, bisa 65:35, ada yang 70:30 bahkan 85:15. Kok, bisa beda? Karena ini tergantung banyak hal dan faktor. Misalnya begini, apakah seluruh modal benar-benar dari Anda, atau sebenarnya calon mertua juga punya bagian? Lalu, seberapa besar Anda dan calon mertua akan menghargai 'tenaga' sebagai modal? Lalu, apakah bagi hasil tersebut dihitung setelah dikurangi biaya-biaya atau belum? Bagaimana dengan konsekuensi kerugian? Banyak hal lainnya.

Karena itu, saran saya adalah coba diskusikan kembali dengan calon mertua Anda terutama mengenai prospek bisnis ini dan bagi hasil yang layak untuk diberikan.

Kalau mau hitung-hitungan, coba deh lakukan simulasi. Kalau diberikan modal Rp A, maka keuntungannya adalah Rp B. Sedangkan Anda ingin untung Rp C dan calon mertua ingin untung Rp D. Dari situ kemudian bisa dihitung berapa persen bagi hasil yang Anda inginkan dan berapa persen yang diinginkan oleh pengelola usaha tersebut. Kalau hitungannya tidak sinkron, barulah terjadi tawar-menawar. Dalam bisnis, tawar-menawar itu normal dan biasa, tidak perlu merasa sungkan.

Sebagai tambahan, ada baiknya sebelum menjalankan suatu usaha kita sudah memperkirakan apa saja konsekuensinya. Mulai dari untung sebesar-besarnya, rugi sebesar-besarnya hingga hubungan tidak harmonis dengan pihak tertentu. Biasanya untuk menghadapi dan menghindari konsekuensi terburuk hal ini, apalagi jika itu kenalan baik atau saudara, perlu ditegaskan kembali sejak awal bahwa hubungan bisnis yang akan dijalani adalah profesional. Bahkan untuk beberapa pihak hubungan ini perlu ditegaskan dalam bentuk surat perjanjian.

Namun, jika memang Anda belum bisa melakukan hal tersebut, ada baiknya Anda juga mempersiapkan diri dari awal untuk merelakan uang Anda. Bukan berarti Anda tidak berusaha memantau ya. Hanya saja, yang mengajak Anda bekerja sama adalah 'calon' mertua, yang mungkin hubungannya akan menjadi sangat kompleks jika terjadi kegagalan dalam bisnis. Dan, Anda juga akan lebih tenang kalau memang sudah tahu segala konsekuensinya dari awal.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Dikutip dari Republika, 01 Maret 2009

bisnis sederhana



Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email

Baca Selengkapnya >>

Kiat Memecat Bos Anda

Saya pernah dalam keadaan seperti itu, dan saya bisa sebutkan 2 buah solusi untuk Anda pilih agar Anda bisa mengatasi masalah tersebut yaitu

Solusi Pertama...

Tetaplah bekerja dan berikanlah yang terbaik dan berprestasi untuk perusahaan tempat Anda bekerja, dan kurangilah pengeluaran (berhemat).

Bila hal tersebut Anda lakukan, maka dengan berjalannya waktu mungkin Anda bisa mendapatkan kenaikan gaji walaupun tidak cepat, mungkin paling tidak Anda mendapatkan kenaikan gaji 10-15% setiap tahunnya atau ada perusahaan lain yang membajak Anda karena prestasi Anda dan memberikan Anda gaji yang lebih besar. Atau tentunya bisa juga dengan melamar di perusahaan lain dengan harapan diberikan gaji yang lebih besar.

Dengan cara ini diharapkan nantinya penghasilan Anda bertambah besar dan bisa menutupi pengeluaran Anda dan selebihnya bisa ditabung untuk masa depan.

Solusi Kedua...

Anda perlu mencari penghasilan tambahan diluar dari hasil gaji Anda yang bisa diperoleh dengan mencari pekerjaan sampingan atau memulai bisnis sambil bekerja. Untuk mencari pekerjaan sampingan tersebut Anda perlu mengatur waktu agar tidak menggangu pekerjaan utama Anda, karena fungsi kerja sampingan tersebut hanya untuk memberikan penghasilan tambahan.

Dan bila saat ini kondisi Anda baru mau mulai bekerja maka pilihannya untuk mendapatkan penghasilan adalah melamar pekerjaan atau memulai usaha sendiri.

Solusi untuk masalah Anda ya hanya itu, solusi satu dan solusi kedua. Dan yang bisa merubah kondisi Anda tentunya Anda sendiri. Coba Anda pikirkan dan renungkan... Pikirkanlah solusi yang mana yang paling mungkin Anda lakukan untuk membebaskan Anda dari keadaan saat ini dengan lebih cepat dan bisa Anda kerjakan untuk meningkatkan penghasilan Anda.

Mencari Pekerjaan Sampingan....

Mencari pekerjaan sampingan bisa dilakukan bila Anda bisa mengatur waktu atau Anda punya waktu untuk bekerja di tempat lain disamping Anda tetap bekerja di tempat Anda bekerja saat ini. Hal ini memang akan menambah waktu Anda untuk bekerja seperti mengambil pekerjaan di waktu malam hari, hari sabtu maupun hari minggu. Mengurangi waktu Anda beristirahat maupun mengurangi waktu berkumpul dengan keluarga maupun teman-teman Anda. Tapi memang apa boleh buat, karena tujuannya adalah untuk meningkatkan penghasilan. Pilihan lainnya....

Memulai Bisnis Sampingan atau Bisnis Sendiri sambil tetap bekerja hampir tidak mungkin dilakukan...

Dahulu...memulai bisnis sampingan atau memulai bisnis sendiri hampir tidak mungkin dilakukan sambil bekerja, karena Anda tidak punya waktu untuk mengurusinya, karena pada awal memulai bisnis, Anda perlu mengawasinya, mengontrolnya bahkan mengerjakannya sendiri semua bisnis Anda karena bisnis Anda belum memberikan hasil untuk membayar karyawan untuk menjalankan bisnis tersebut, sedangkan Anda sendiri tetap perlu bekerja agar penghasilan yang sudah ada saat ini tidak hilang....

Tapi zaman sekarang ini hal tersebut sangat bisa dilakukan. Memulai bisnis sampingan atau bisnis sendiri, bisnis yang Anda inginkan, bisnis yang Anda impikan dan bisnis yang bisa menghasilkan uang dan membebaskan Anda dari keadaan kekurangan uang dan juga membebaskan dari keadaan kekurangan waktu untuk diri Anda sendiri maupun keluarga Anda.

Semua orang punya cita cita ingin memiliki bisnis sendiri, seringkali bingung bagaimana memulainya

Peluang Usaha atau Peluang Bisnis terbaik saat ini yang ada adalah Memulai Bisnis Online
Ya, sekali lagi saya sebutkan peluang usaha atau peluang bisnis terbaik saat ini adalah menjalankan bisnis online. Mengapa?

Karena bisnis online tidak memerlukan kehadiran Anda disana untuk mengawasi bisnis Anda. Anda bisa tetap bekerja sesuai dengan pekerjaan Anda saat ini dan membangun bisnis online Anda, tidak perlu mengaji karyawan karena tidak memerlukan karyawan, tidak perlu menyewa tempat usaha, tidak perlu mengeluarkan modal banyak, tetapi cukup dijalankan dari rumah dengan sebuah komputer.

Ya, dari rumah tempat tinggal Anda sekarang ini atau sebenarnya bisa dari mana saja. Karena yang diperlukan sebenarnya hanya Anda perlu menggunakan komputer dan akses internet. Komputer dan akses internet pun bisa juga hanya menyewa tempat di warnet dengan biaya perjamnya.

Lalu apa bisnis online itu, apa yang dikerjakan, apa yang dijual dan bagaimana bisa menghasilkan uang?
Bisnis Online adalah bisnis yang dijalankan secara online di internet. Prinsipnya sama seperti menjalankan bisnis offline, ada produk, ada jasa, ada nilai tambah yang perlu dijual agar bisa menghasilkan uang. Jadi bukan bisnis maya. Ada pertukaran antara nilai tambah dengan uang, tidak dengan sendirinya Anda mendapatkan penghasilan, tapi ada produk, ada jasa, ada nilai tambah yang perlu Anda jual untuk menghasilkan uang, sama seperti menjalankan bisnis offline. Tapi bedanya, bisnisnya dijalankan secara online di internet. Pemasaran dilakukan melalui internet dan pembelinya didapat melalui internet.

Hal yang penting nantinya setelah Anda berhasil menghasilkan uang dari bisnis online Anda yaitu melakukan duplikasi. Buat bisnis online Anda dengan cara yang sama dengan memilih kategori bisnis yang berbeda agar sumber penghasilan Anda dapatkan lebih dari satu website, jadi bisa 2x, 3x dan seterusnya.

Tetapi apakah hal tersebut akan bisa didapatkan dengan hanya semalaman? Tentu saja tidak. Ada prosesnya bagaimana sampai bisa mencapai hal tersebut dan langkah-langkah apa yang perlu Anda pelajari dan lakukan dalam memulai bisnis online Anda...

Seperti langkah pertama kali, Anda perlu memilih kategori market bisnis online yang menguntungkan dengan melakukan market riset. Jadi sebelum memulai, Anda bisa melihat dan mengamati market tersebut menguntungkan atau tidak sebelum Anda membuat bisnis onlinenya. Bila kurang menguntungkan, Anda bisa pilih kategori bisnis online lainnya.


Lalu apa Kendala Anda untuk memulai usaha atau bisnis online Untuk Menciptakan Penghasilan Online?
1. Banyak orang menggunakan alasan kemampuan, modal, dan kondisi perekonomian saat ini sebagai alasan untuk menunda dan tidak memulai usaha atau bisnis sendiri, padahal hal tersebut tidaklah benar, hal tersebut hanya alasan untuk diri sendiri atau membenarkan bahwa mengapa Anda tidak memulainya, padahal semua hal tersebut bukan kendala atau alasan.

2. Bila alasan Anda tidak punya kemampuan, maka sudah pasti Anda harus mulai belajar, karena tidak ada orang dilahirkan dengan memiliki kemampuan. Kemampuan dimiliki orang karena ia belajar, praktek, belajar dan praktek. Setiap orang tidak dilahirkan untuk bisa menyetir kendaraan, tapi bagi orang yang belajar dan mau mencoba, maka ia akan bisa menyetir kendaraan.

3. Bila alasan Anda tidak punya banyak modal, maka solusinya menjalankan usaha atau bisnis melalui internet. Karena menjalankan bisnis di internet tidak mengeluarkan modal besar. Hanya perlu website. Bila tidak mau menggunakan website dengan domain dan hosting sendiri, bisa menggunakan website yang gratis, yang banyak tersedia di internet.

4. Bila alasan Anda adalah kondisi perekonomian, maka solusinya adalah jalankan usaha atau bisnis yang sedang trend atau tidak terpengaruh banyak dengan kondisi perekonomian.

Alasan lainnya mungkin...

Bila Anda tidak punya produk atau tidak memiliki jasa untuk dipasarkan untuk mendapatkan penghasilan maka solusinya jualkan produk orang lain, Anda ambil produk orang lain dan jual kembali dengan harga lebih mahal sebagai keuntungan Anda. Atau jadi perantara. Bila di internet, Anda bisa menjalankan program affiliasi, yaitu mempromosikan produk atau jasa orang lain dengan imbalan komisi dari setiap sales yang terjadi atas produk yang Anda referensikan.

Bagaimana bila Anda tidak suka jualan, solusinya juga ada, Anda hanya cukup memasangkan banner, atau menaruh link program affiliasi di website yang Anda miliki, baik di website sendiri, website gratis, blog gratis, account di friendster, facebook dan lain-lainnya. Dan biarkan pengunjung website Anda sendiri yang mengklik banner atau link affiliasi dan membeli produk tersebut lalu Anda mendapatkan komisi affiliasinya.

Bisnis Online memungkinkan semua hal tersebut untuk dilakukan!

Daftar Sekarang




Bagaimana Komentar Anda?



bisnis sederhana



Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, formula bisnis SMUO, review formula bisnis, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email

Baca Selengkapnya >>

Zakat, Infaq, Sedekah

Assalamualaikum Wr Wb

Yth Bapak Gozali,
Saya ingin bertanya mengenai ZIS karena sebelumnya Pak Gozali pernah mengisi pengajian di tempat saya bekerja. Waktu itu Bapak menjelaskan untuk memprioritaskan ZIS.

Apakah setiap orang wajib mengeluarkan ZIS? Saya rancu antara ZIS dan pemberian kita terhadap seseorang. Sedangkan pendapatan yang kita terima itu sudah dipotong pajak? Kalau kita punya orangtua kita berbagi juga dengan mereka, lalu kalau untuk kehidupan sehari-hari masih kurang, apakah kita harus mengeluarkan ZIS juga?
Terima kasih atas bantuannya.

Neng Rani, Jakarta

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Istilah ZIS sering digunakan sebagai istilah untuk pengeluaran apa pun yang bersifat sosial. ZIS sendiri adalah singkatan dari zakat, infak, sedekah. Di mana zakat bersifat wajib, infak bersifat sangat umum bisa wajib bisa juga tidak, sedangkan sedekah adalah pengeluaran sosial yang bersifat sunah.

Jadi, kalau ditanya wajib atau tidak, zakat jelas wajib hukumnya untuk penghasilan yang sudah memenuhi syarat. Mengenai ukuran batas minimal, cara perhitungan, dan waktu pembayaran zakat penghasilan memang ada beberapa pendapat ulama. Yang sering saya ambil pendapatnya adalah agar mengeluarkan zakat penghasilan setiap kali menerima penghasilan, artinya sebagai karyawan adalah setiap kali gajian dan dihitung dari penghasilan kotor.

Dengan kondisi sekarang ini, batasan minimal penghasilan yang zakat adalah sekitar Rp 1,8 juta/bulan - Rp 2 juta/bulan (tergantung harga emas atau beras yang dimakan). Besarnya zakat adalah sebesar 2,5% atau 1/40 dari penghasilan, sehingga sebetulnya sangat kecil sekali dan tidak memberatkan. Apalagi jika kita ikhlas menunaikannya, insya Allah itu justru akan menambah lagi keberkahan harta kita.

Bagaimana dengan pembayaran utang? Para ulama berpendapat bahwa utang bisa mengurangi perhitungan penghasilan yang dikenakan zakat. Selama utang tersebut memang karena kita tidak mampu lalu berutang, maka tidak diperhitungkan zakatnya. Tapi, yang sekarang banyak terjadi adalah utang-utang yang bersifat konsumtif seperti hutang untuk mencicil HP, kalau utangnya seperti ini sih saya kurang sependapat kalau ini dikeluarkan dari perhitungan zakat.

Sedangkan pajak adalah kewajiban sebagai warga negara terhadap negara dimana ia tinggal, sehingga tidak mengurangi kewajiban dalam berzakat. Untuk peraturan perpajakan di Indonesia. Pembayaran zakat kepada lembaga amil zakat bisa mengurangi perhitungan penghasilan yang dikenakan pajak. Jadi, bisa mengurangi beban pajak pada negara.

Untuk pemberian kepada orangtua, bisa dikategorikan sebagai sedekah, tapi tidak bisa dianggap zakat. Karena zakat dikeluarkan kepada orang lain yang bukan dalam tanggungan kita. Sedangkan orangtua adalah dalam tanggungan kita sebagai anaknya yang bertanggung jawab.

Agar tidak berasa berat, sebaiknya membayar zakat di awal sebelum uangnya digunakan untuk hal yang lainnya. Insya Allah dengan cara seperti ini kita akan ringan dalam mengeluarkan zakat.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Dikutip dari Republika, 15 Maret 2009

bisnis sederhana



Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email

Baca Selengkapnya >>

Deposito Masih Bisa Diandalkan

Membicarakan bank dan produknya, sepertinya tidak akan afdol kalau kita tidak membicarakan produk deposito. Produk andalan bank ini mungkin sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan investasi kita. Hampir setiap orang yang berhubungan dengan perbankan pasti mengenal produk ini.

Dahulu saat produk investasi belum seberagam sekarang, produk deposito adalah produk andalan yang menjadi sarana hampir tiap orang untuk mengoptimalkan dana mereka. Percaya atau tidak, di beberapa daerah yang perkembangan produk investasinya belum seperti di kota besar, deposito masih menjadi andalan.

Harus diakui sampai saat ini bank adalah lembaga keuangan yang paling luas kantor jaringannya dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya seperti asuransi apalagi sekuritas.

Pertanyaannya adalah apakah masih layak kita berinvestasi di deposito? dengan segala kelebihan dan kekurangannya, apa strategi kita dalam berinvestasi di deposito?

Pada dasarnya berinvestasi selalu dihubungkan dengan tujuan yang ingin diraih khususnya tujuan keuangan. Setiap orang yang memiliki tujuan pasti akan lebih mudah untuk menentukan kendaraan yang akan digunakan untuk mencapainya.

Mereka yang ingin pergi ke pasar yang jaraknya 5 km pasti berbeda kendaraan yang digunakan dengan mereka yang akan ke pasar yang jaraknya hanya 50 meter. Deposito pada dasarnya adalah kendaraan investasi. Jadi, bila kita tahu tujuannya, maka jangan takut pilih deposito sebagai kendaraannya.

Deposito dalam dunia investasi termasuk dalam produk investasi jangka pendek, dengan ciri hasil yang relatif rendah, likuiditas tinggi dan risiko yang rendah dibandingkan dengan produk saham atau properti.

Kelebihan dan kekurangan

Banyak orang bertanya kepada saya apa untungnya berinvestasi di deposito. Terus terang saya kurang suka dengan kata keuntungan dan kerugian tetapi saya lebih klop dengan kata kelebihan dan kekurangan. Sebab pada dasarnya tiap produk investasi pasti memberikan hasil dan itu adalah keuntungan dibandingkan dengan kita hanya menyimpan uang kita di bawah bantal.

Itulah sebabnya dalam menilai suatu produk, kelebihan dan kekurangan menjadi pertimbangan yang saya tawarkan kepada klien, sebab kelebihan satu produk sangat bergantung pada tujuan yang ingin dicapai oleh pemilik dana.

Begitu pula kekurangan produk, sangat bergantung pada tujuan. Sebagai contoh kita ambil saham. Tahun lalu seorang teman saya bisa mendapatkan hasil investasi di saham sampai dengan 400% dari investasi awalnya.

Kalau kita bicara keuntungan, siapa yang akan menyangkal bahwa produk ini sebagai produk yang menguntungkan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa angka tersebut dicapai setelah harga saham tersebut jatuh bangun dan akhirnya setelah 4 tahun baru mencapai angka harga 400 kali lebih tinggi dari harga 4 tahun lalu.

Atau produk tabungan harian saya. Karena saldonya yang tidak pernah lebih besar dari Rp2 juta per bulan, tabungan saya hanya memberikan bunga 4% per tahun. Ini berarti tiap bulan hanya bertambah 0,3%. Angka ini belum di kurangi dengan biaya administrasi yang Rp5.000 dan ATM yang juga Rp5.000. Jadi kalau dihitung pasti rugi. Akan tetapi kenapa saya masih menggunakan produk ini? Karena produk ini memberikan kemampuan likuiditas yang sangat tinggi. Kalau kita butuh tinggal cari kotak ATM terdekat, bahkan kalau memungkinkan tinggal gesek di tempat transaksi.

Berikut karakter dari deposito:

# Risiko

Walaupun ada produk ORI atau Sukuk yang dikeluarkan oleh pemerintah, tapi baru produk deposito yang secara peraturan benar-benar ada jaminannya. Saat ini nilai penjaminan sampai dengan Rp2 miliar dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Jaminan lain yang diberikan adalah jaminan nominal penempatan yang pasti sama pada saat pencairan. Banyak produk memberikan hasil tinggi tapi belum tentu memberikan jaminan jumlah nominal akan kembali sama seperti penempatan, khususnya bila dicairkan sebelum jangka waktunya habis.

Sebagai contoh, obligasi negara yang memberikan hasil 9,5% - 12 %. Apabila dicairkan sebelum jangka waktunya, tidak akan ada jaminan nilai nominal penempatan akan kembali seperti awal penempatan.

# Likuiditas

Produk deposito memang memiliki kekurangan berupa adanya jangka waktu pencairan atau menguangkan kembali produk ini. Akan tetapi dengan perkembangan waktu, produk ini telah dimodifikasi menjadi produk yang bisa dicairkan dalam hitungan waktu lebih pendek. Mulai dari deposito on call yang bisa cair dalam hitungan 3 - 14 hari, sampai dengan produk yang bisa dicairkan setiap waktu. Hebatnya lagi pencairan bisa dalam hitungan jam bahkan mungkin menit.

Produk saham memang bisa dicairkan kapan saja sesuai dengan keinginan kita, tetapi kita harus siap dengan risiko nilai nominal yang bisa lebih rendah dari penempatan. Properti bisa menjamin memberikan hasil lebih tinggi dari penempatan awal, tetapi itu berlangsung setelah investasi berjalan lebih dari 5 tahun.

# Hasil

Bicara hasil memang produk ini mungkin kalah dengan produk lain. Akan tetapi saat ini banyak deposito yang 'berani' diterbitkan dengan bunga yang lebih tinggi dari penjaminan misalnya beberapa waktu lalu ada perbankan asing yang berani mematok bunga sampai 12% per tahun.

Investasi di bank pada dasarnya sama seperti kita berinvestasi di produk lain di luar bank. Jaminan yang digunakan sebagai dasar memang bukan LPS, tetapi bank itu sendiri. Kalau kita percaya pada manajemen bank itu, kekuatan modal dan aset yang dimilikinya, kenapa kita tidak berani? Toh hal itu juga sama seperti kalau kita berinvestasi di manajer investasi atau obligasi pemerintah. Sebab di obligasi pun tidak ada jaminan tersurat bahwa pemerintah menjamin selain kita percaya pemerintah tidak akan ingkar janji.

Salam
Eko Endarto
Perencana Keuangan
Dikutip dari Bisnis Indonesia Minggu, 06 Maret 2009

bisnis sederhana



Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email

Baca Selengkapnya >>

Indeks Syariah Menjadi Solusi

Investasi apa yang baik saat krisis? Jawabannya adalah reksa dana. Produk yang satu ini makin menjadi alternatif investasi dengan pertumbuhan hasil beragam, yang berarti beragam pula tingkat risikonya, dan cukup transparan. Salah satu jenisnya adalah reksa dana indeks.

Kita mungkin mengenal IHSG atau indeks harga saham gabungan, ada lagi indeks Bisnis-27, Kompas 100, LQ-45 dan Jakarta Islamic Indeks (JII). Semua itu adalah indeks atau ukuran dasar bentukan investor tertentu yang dianggap sebagai perwakilan dari pasar.

Banyak kriteria yang dipakai dalam pembentukan tersebut. Ada yang dibentuk dari rata-rata seluruh saham (IHSG) ada yang dibentuk dari 40 saham yang dianggap paling baik dan sebagainya. Namun, pada dasarnya semua indeks tersebut bermaksud untuk membantu investor dalam hal mendapatkan panduan seberapa baik investasinya dibandingkan dengan kondisi pasar. Karena di pasar saham kita tidak mengenal adanya BI Rate seperti di perbankan yang bisa digunakan sebagai pembanding investasi kita di perbankan.

Nah, reksa dana indeks ini dibentuk dengan menggunakan salah satu indeks di pasar tadi sebagai acuan. Mengapa demikian? Karena dianggap bahwa pemilihan saham berdasarkan indeks tadi telah mewakili keadaan 'terbaik' saham menurut si pembentuk indeks.

Jadi, Bisnis-27 berarti isinya adalah 27 saham yang memiliki risiko terukur dengan hasil yang paling optimal. Apabila kita membentuk suatu portofolio atau kumpulan investasi misalnya, saham, kita bisa saja membandingkan dengan beberapa indeks di atas sebagai pembanding investasi yang kita lakukan.

Misalnya, hasil portofolio bentukan kita naik lebih tinggi dari, katakanlah IHSG, artinya bisa dikatakan bahwa kita berhasil mengatasi rata-rata kenaikan pasar. Apabila turun atau di bawah IHSG, berarti pembentukan portofiolio kita di bawah rata-rata pasar yang berarti beberapa saham yang kita pilih memiliki penurunan nilai lebih rendah dari rata-rata pasar.

Beberapa investor yang telah percaya dengan indeks tertentu, memilih saham berdasarkan saham yang terwakili di dalam indeks itu, misalnya dalam berinvestasi, supaya aman dan tidak harus menganalisis terlalu rumit, mereka memilih saham yang ada di Bisnis-27 atau LQ45, misalnya.

Namun, tentunya tidak semua bisa membeli 40, 45 apalagi 100 saham. Oleh karena itu, manajer investasi mengantisipasinya dengan membentuk RD indeks yang isinya adalah saham yang sesuai dengan acuan indeks tertentu. Tujuannya adalah agar semua bisa berinvestasi di saham yang berada di indeks tersebut, walaupun dananya terbatas.

Salah satu reksa dana indeks adalah Reksadana Indeks Syariah yang menggunakan Jakarta Islamic Indeks sebagai basis pembentukan portofolionya.

Indeks Syariah

Saat ini baru ada satu produk reksadana indeks yaitu Danareksa Indeks Syariah yang di keluarkan oleh Danareksa sebagai manajer Investasi. Dari namanya sudah bisa dibaca bahwa reksa dana ini menggunakan indeks syariah sebagai basis pembentukan portofolio yang ditawarkan kepada investor.

Dana yang kita percayakan ke mereka tidak akan keluar dari syarat itu yaitu sahamnya harus terdaftar dalam indeks syariah atau JII. Sebagai manajer investasi bisa saja Danareksa memilih semua saham yang ada di indeks tadi sebagai sarana investasinya, tapi kalaupun tidak, dilarang memilih saham di luar JII (di luar syariah).

Kelebihan produk ini adalah selain berinvestasi kita diberi kesempatan untuk berzakat karena sebagian biaya administrasi yang harus kita keluarkan untuk investasi ini akan digunakan untuk kegiatan amal yaitu untuk infaq pendidikan. Jadi selain berinvestasi, kita juga beramal.

Bagi investor yang cukup peka terhadap pilihan produk, khususnya produk yang berdasarkan syariah, maka produk reksa dana ini cukup baik sebagai pilihan. Dengan dana investasi awal sebesar Rp1 juta dan setoran lanjutan setara dengan Rp500.000, kita sudah pasti memiliki produk yang benar-benar murni produk yang sesuai dengan syariah. Pemilihan saham yang masuk kriteria tentunya tidak sembarangan, ada batasan yang ditentukan oleh lembaga tertentu yang bisa menjamin bahwa saham perusahaan tersebut adalah saham yang bersih secara syariah.

Dalam prospektusnya, reksa dana indeks syariah ini memiliki alokasi investasi 80% - 100% dari dana ke saham yang terdaftar di JII dan 0% - 20% diinvestasikan ke produk pasar uang seperti deposito pada bank syariah dan lain sebagainya.

Biaya subscripsion sebesar 2% dari nilai investasi dan redemption (pencairan) ditentukan sebesar 1% untuk pencairan kurang dari 3 tahun dan 0% untuk pencairan lebih dari 3 tahun. Biaya lain yang menjadi kewajiban kita seperti diutarakan pada awal adalah administrasi atau istilahnya expenses ratio yang dipotong tiap tahun sebesar 0,46% yang terdiri dari 0,1% untuk infaq pendidikan, 0,3% untuk management fee dan 0,06% untuk custodian fee. Semua dipotong dari aset reksa dana tersebut.

Pemilihan JII sebagai basis investasi karena Danareksa menganggap saham yang tergabung dalam JII secara histori memiliki perkembangan nilai yang baik. Bahkan menurut mereka pada 2005 perkembangan investasinya meningkat sampai 219% dari nilai awal pembentukan JII. Sehingga dinilai sangat baik sebagai dasar pembentukan portofolio.

Kelebihan berinvestasi di reksa dana syariah ini, dan indeks lainnya, adalah kita bisa melakukan monitoring kinerja manajer investasi, bukan bulanan atau tahunan melainkan harian, karena reksa dana indeks ini biasanya nilainya tidak akan jauh berbeda dengan indeks dasarnya. Jadi kalau JII naik 10%, seharusnya reksa dana kita tidak akan jauh naiknya dari 10%, begitu pula sebaliknya.

Salam
Eko Endarto
Perencana Keuangan
Dikutip dari Bisnis Indonesia Minggu, 06 Februari 2009

bisnis sederhana



Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email

Baca Selengkapnya >>

Copyright © 2008 - Blog Loecky | Ayo Menabung - is proudly powered by Blogger